Minggu, 18 Maret 2012

ROK MINI DI SENAYAN


Di senayan ada sedikit “geger”. Kali ini bukan soal uang pesangon kunker atau uang saku reses. Tetapi soal tata tertib pakaian wanita yang berada di gedung rakyat ini. Dalam tata tertib itu mengatur siapa saja yang berada di gedung dewan baik itu anggoat dewan sendiri atau orang-orang yang berkepentingan dengan anggota dewan harus memakai rok panjang untuk perempuan.
Pro kontra pun bermunculan, baik dari kalangan internal dewan maupun masyarakat. Mereka menyayangkan mengapa DPR mengurusi hal-hal yang dianggapnya kurang urgen. Unjuk rasa LSM perempuan di depan istana juga menyuarakan urgensi larangan tersebut. Di antara isi tulisan yang di bawa pengunjuk rasa adalah “Bukan salah rok mini tapi otakmu yang mini”. Dari kalangan yang pro terhadap tata tertib ini mengacu pada adat ketimuran tentang mengenakan pakaian di tempat-tempat resmi termasuk gedung dewan yang terhormat.
Terlepas dari alasan mereka yang pro dan kontra tersebut, kami mengajak kepada kaum hawa yang gemar mengenakan rok mini. Sebenarnya mengenakan rok mini tidak salah dan tidak ada  larangan agama asal tahu tempat dan apa motivasinya.
Mengenakan rok mini jika di dalam rumah dan hanya dilihat oleh anggota keluarga (suami dan anak-anak) maka tidak ada salah dan dosa tetapi jika dipakai di luar rumah tentu itu membawa implikasi hukum bagi pemakainya dari segi agama karena aurat perempuan adalah sekujur tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
 Motivasi para kaum hawa memakai rok mini juga perlu dikaji peruntukannya. Kalau alasan gerah dan cuaca panas sehinga memakai pakaian yang serba mini tentu sudah terjawab sebab sekarang di semua ruangan sudah tersedia AC dan bahkan di mobil pun serba “cool”. Kalau alasan modis sekarang banyak designer pakaian yang masih mengutamakan kesopanan dan menutup aurat. Kalau alasan pakai rok mini itu adalah hak setiap orang, maka anak SD pun sudah diajari bahwa penggunaan hak seseorang tidak boleh mengganggu hak orang lain. Kalau diteruskan pertanyaanya hak orang lain yang mana yang dilanggar oleh si pemakai rok mini. Jawabnya adalah bahwa dosa itu ada yang bisa “menularkan”  dosa ke orang lain. Contohnya dosa orang yang pakai rok mini akan membawa efek dosa pada orang yang melihatnya. Dan tidak mungkin satu sama lain di antara kita ketika berinteraksi tanpa saling berpandangan.
Semoga menjadi renungan kita semua.amiin.

Sabtu, 14 Januari 2012

Budaya Cheating: Penyakit Dalam Dunia Pendidikan

Cheating merupakan bahaya laten dalam dunia pendidikan. Meskipun demikian tidak banyak orang yang peduli terhadap masalah ini, bahkan menyepelekannya. Padahal cheating dapat menjadi tumor ganas yang akan menghabiskan moralitas generasi muda Indonesia. Cheating merupakan soft problem yang mengakar pada civitas akademika yang luput dari perhatian praktisi pendidikan kita. Budaya cheating akan melahirkan generasi-generasi muda yang tidak tahan uji, generasi-generasi prematur yang menginginkan segalanya dengan instan tanpa harus merasakan arti sebuah perjuangan. Penyakit cheating harus segera diobati agar dampaknya tidak bertambah besar lagi. Teknologi Pendidikan adalah suatu disiplin ilmu yang bertugas mengkaji masalah-masalah pendidikan, menganalisis, dan memecahkannya. Teknologi Pendidikan sangat berperan penting dalam menemukan solusi cerdas guna menyelamatkan pendidikan dari budaya cheating. Apa itu Cheating ? Abdullah Alhadza dalam Bower (1964) mendefinisikan cheating sebagai “manifestation of using illigitimate means to achieve a legitimate end (achieve academic success or avoid academic failure),” maksudnya cheating adalah perbuatan yang menggunakan cara-cara yang tidak sah untuk tujuan yang sah/terhormat yaitu mendapatkan keberhasilan akademis atau menghindari kegagalan akademis. Selanjutnya Abdullah Alhadza dalam Deighton (1971) menyatakan “Cheating is attempt an individuas makes to attain success by unfair methods”. Maksudnya, cheating adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan keberhasilan dengan cara-cara yang tidak fair (tidak jujur). Dalam konteks pendidikan atau sekolah, beberapa perbuatan yang termasuk dalam kategori cheating antara lain adalah meniru pekerjaan teman, bertanya langsung pada teman ketika sedang mengerjakan tes/ujian, membawa catatan pada kertas, pada anggota badan atau pada pakaian masuk ke ruang ujian, menerima dropping jawaban dari pihak luar, mencari bocoran soal, arisan (saling tukar) mengerjakan tugas dengan teman, menyuruh atau meminta bantuan orang lain dalam menyelesaikan tugas ujian di kelas atau tugas penulisan paper dan take home test. Dalam perkembangan mutakhir cheating dapat ditemukan dalam bentuk perjokian seperti kasus yang sering terjadi dalam UAN, memberi lilin atau pelumas kepada lembaran jawaban komputer atau menebarkan atom magnit dengan maksud agar mesin scanner komputer dapat terkecoh ketika membaca lembar jawaban sehingga gagal mendeteksi jawaban yang salah atau menganggap semua jawaban benar, dan banyak lagi cara-cara yang sifatnya spekulatif maupun rasional. Dalam tingkatan yang lebih intelek, sering kita dengar plagiat karya ilmiah seperti dalam wujud membajak hasil penelitian orang lain, menyalin skripsi, tes, ataupun desertasi orang lain dan mengajukannya dalam ujian sebagai karyanya sendiri. Ternyata praktik cheating banyak macamnya, dimulai dari bentuk yang sederhana sampai kepada bentuk yang canggih. Dari sesuatu yang sangat prohibited sampai pada bentuk yang cenderung premissible. Teknik cheating tampaknya mengikuti pula perkembangan teknologi, artinya semakin canggih teknologi yang dilibatkan dalam pendidikan semakin canggih pula bentuk cheating yang bakal menyertainya. Bervariasi dan beragamnya bentuk perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai cheating maka sekilas dapat diduga bahwa hampir semua pelajar pernah melakukan cheating meskipun mungkin wujudnya sangat sederhana dan sudah dalam kategori permisseble atau dapat ditolerir. Meskipun demikian dapat dikatakan bahwa apapun bentuknya, dengan cara sederhana ataupun dengan cara yang canggih, dari sesuatu yang sangat tercela sampai kepada yang mungkin dapat ditolerir, cheating tetap dianggap oleh masyarakat umum sebagai perbuatan ketidakjujuran, perbuatan curang yang bertentangan dengan moral dan etika serta tercela untuk dilakukan oleh seseorang yang terpelajar. Berdasarkan uraian di atas maka yang dimaksud dengan cheating dalam tulisan ini adalah segala perbuatan atau trik-trik yang tidak jujur, perilaku tidak terpuji atau perbuatan curang yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik terutama yang terkait dengan evaluasi/ujian hasil belajar. Dampak Negatif Cheating Telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya bahwa cheating merupakan budaya amoral yang dianggap wajar oleh pelaku-pelaku pendidikan. Sebagian besar dari kita bahkan pernah melakukannya. Dampak negatif cheating sesungguhnya sangat suit dilihat secara sepintas dalam waktu yang singkat. Cheating secara perlahan tapi pasti akan menggerogoti kemandirian peserta didik. Pembiasaan memperolehs sesuatu dengan mudah dan cepat tanpa harus bersusah payah akan menjadi kebiasaan yang ertanam dalam diri peserta didik. Lambat laun ini akan menjadi budaya yang berakar dalam kehidupannya dan sangat susah untuk dilepaskan. Dampak negatif cheating selain pada diri pribadi cheater (pencontek) juga dapat mengganggu stabilitas dunia pendidikan. Hasil-hasil evalusi menjadi tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya untuk selanjutnya keputusan yang akan diambil pastilah tidak akan tepat. Dalam tinjauan kurikulum, tentulah budaya cheating ini akan mengaburkan SKL. Dunia pendidikan akan menjadi semu dan hanya formalitas belaka, begitu besarnya dampak negatif cheating ini. Upaya Penanggulangan Cheating Abdullah Alhadza (2001) menjelaskan bahwa ada empat faktor yang menjadi penyebab cheating yaitu: (1) Faktor individual atau pribadi dari cheater, 2) faktor lingkungan atau pengaruh kelompok, (3) faktor sistem evaluasi dan (4) faktor guru/dosen atau penilai. Berkenaan dengan asas moral di atas, dapat ditegaskan bahwa yang terpenting dalam pendidikan moral adalah bagaimana menciptakan faktor kondisional yang dapat mengundang dan memfasilitasi seseorang untuk selalu berbuat secara moral dalam ujian (tidak melakukan cheating) maka caranya adalah mengkondisikan keempat faktor di atas ke arah yang mendukung, yaitu sebagai berikut:
  1. Faktor pribadi dari cheater
    • Bangkitkan rasa percaya diri
    • Arahkan self consept mereka ke arah yang lebih proporsional
    • Biasakan mereka berpikir lebih realistis dan tidak ambisius
    • Tumbuhkan kesadaran hati nurani (Das Uber Ich) yang mampu mengontrol naluri beserta desakan logis rasionalitas jangka pendek yang bermuara kepada perilakunya.
    • Faktor Lingkungan dan Kelompok.
    • Ciptakan kesadaran disiplin dan kode etik kelompok yang sarat dengan pertimbangan moral.
  2. Faktor Sistem Evaluasi
    • Buat instrumen evaluasi yang valid dan reliable (yang tepat dan tetap)
    • Terapkan cara pemberian skor yang benar-benar objektif
    • Lakukan pengawasan yang ketat
    • Bentuk soal disesuaikan dengan perkembangan kematangan peserta didik dan dengan mempertimbangkan prinsip paedagogy serta prinsip andragogy.
  3. Faktor Guru/ Dosen
    • Berlaku objektif dan terbuka dalam pemberian nilai.
    • Bersikap rasional dan tidak melakukan cheating dalam memberikan tugas ujian/tes.
    • Tunjukkan keteladanan dalam perilaku moral.
    • Berikan umpan balik atas setiap penugasan.
Alim Sumarno, M.Pd

Jumat, 06 Januari 2012

Kisi-kisi Ujian Nasional 2011-2012

Ujian Akhir Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional sudah diambang pintu, terutama bagi siswa-siswi tingkat SMA/MA/SMK yang biasanya pelaksanaannya lebih awal. Terlepas dari masih adanya pro- kontra tentang pelaksanaan UN, yang jelas pemerintah masih mempertahankan kebiajakan ini. Lembaga hanya bisa merespon dengan berbagai bentuk baik yang bernuansa positif ataupun yang bernuansa negatif.
Begitu juga dengan persiapan di pihak siswa dan orang tua yang sudah mulai melakukan berbagai upaya bagaimana bisanya lulus dalam UN. Untuk itu kami berbagi dalam blog ini kisi-kisi UN untuk tingkat SD/MI sampai SMA/MA/SMK semoga bermanfaat.

Kisi-kisi UN 2011-2012

Permen-No-59-tahun-2011-ttg-UN.

Senin, 26 Desember 2011

Mind Map Sebuah Alternatif Metode Pembelajaran.

Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.

Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.
Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral / tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.
Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:
1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah
Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.
2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama
Dari tema utama “Sejarah Indonesia”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.
3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol
Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut..
Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang “miskin warna”.
4. Gunakan huruf besar
Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.
5. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit
Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema
Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.
 Bagi Bapak / Ibu yang menguasai IT, kami membagi software  program Ming Map. (donwload link dibawah)
EDraw Mind Map

Rabu, 19 Januari 2011

ILMU FIQIH DALAM KAJIAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Teman-teman PPs STAI Qomaruddin yang pingin makalah Filsafat Pendidikan Islam, bisa coba download.
Sekalian beri komentar barangkali untuk penyempurnaan sebelum dipresentasikan. 

Download Di Sini !

 Informasi pendidikan di :
Madrasah Goooo !  

Rabu, 10 Maret 2010

Download lagu

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis